Langsung ke konten utama
    
Inspirasi Ku
     Ini hanyalah rangkaian kata untuk orang-orang yang aku kagumi dan memberikan banyak inspirasi dalam hidupku. Belajar menjadi seseorang yang tau arti dari totalitas dan memberi tanpa harus menerima. Aku mengenal mereka. Para remaja yang mampu membuatku membuka mata lebar-lebar bahwa hidup itu tidak hanya tentang aku, namun banyak orang lain diluar sana yang menjadi pemeran utama untuk cerita mereka sendiri.
     Rasulullah saw. adalah pedoman dalam hidupku, mengajarkan segalanya, membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang. Memerdekakan kita dari kebododhan yang dapat mengantarkan kita ke jalan yang sesat--jalan yang tidak diridhohi oleh-Nya. Itulah dia inspirasi yang paling nyata bagiku dan bagi semua ummat Islam di seluruh dunia.
     Orang tua dan keluargaku juga merupakan salah satu dari tempat aku mendapatkan banyak sekali pelajaran hidup. Mereka menyekolakan dan menyayangi aku. Mengajari aku untuk berjalan dan mengetahui segala sesuatu yang ingin aku ketahui. Mereka berlian dihidupku. Cintaku besar untuk mereka yang menemaniku dari aku kecil hingga mampu untuk hidup sendiri. Mereka kebahagiaanku.
    Gadis kesayanganku, Ashilla Zahrantiara. Entah menagapa rasa sayang terhadapamu kian bertambah dari tahun ke tahun, dan tak pernah pudar. Mereka bilang kamu sombong, banyak hinaan yang mereka berikan kepadamu, tapi tyanggapan mu hanyalah... :) kamu memang duluh pernah buat salah dan sekarang pun masih, tapi yang aku salutkan dari kamu adalah kemampuanmu untukbelajar dari apa yang pernah kamu lakukan, mengakui kesalahan dan kemudian hari mengubahnya menjadi sesuatu yang positif. Salah satu inspirator dalam hidupku. kau terhebat untukku, Mbash!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remember Me #1 Versi CakShill

Oleh Andi Febrianti Pratiwi TUNANGAN? Karena cinta... Tidak akan pernah saling melupakan. Shilla keluar dari gedung Fakultas Kedokteran dengan setumpuk buku di genggamannya. Jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Dia harus buru-buru pulang ke rumah supaya bisa menyelesaikan semua tugas yang akan dikumpulkannya besok pagi.             Tiba-tiba, seorang lelaki tinggi, berkulit kecoklatan, berkacamata dengan kemeja kotak-kotak berwarna putih serta celana panjang jeans hitam yang baru saja turun dari mobil silver langsung menghampirinya.             “SURPRISEEEEE!!!” sorak lelaki itu sambil tersenyum manis dan merentangkan kedua tangannya. Tepat di hadapan Shilla.             Shilla menatapnya dengan dahi berkerut. “Lo siapa?” herannya. Merasa aneh dengan tingkah lelaki tersebut.  ...

Remember Me #9 Versi CakShill

Oleh Andi Febrianti Pratiwi “Kamu ngomong apa, sih?” sorak Cakka, meluapkan emosinya. Seharian ini ia sudah dibuat stress gara-gara masalah rumah sakit, kampus, mobil mogok, Shilla tiba-tiba menghilang dan pulang bersama Rio, sekarang apa lagi? Perempuan itu membatalkan pertunangan? Apa tidak cukup masalahnya seharian ini? “Pertunangan ini gak bisa aku lanjutin lagi,” balas Shilla. “Maafin aku selama ini.” “Shilla, please... Kamu kenapa? Oke, aku minta maaf. Kamu boleh nyuruh aku apa aja. Kamu boleh mukul aku sampe babak belur sekalipun, tapi kamu jangan mutusin sesuatu dengan gampang!” Cakka membekap kepalanya sendiri. Membuat rambutnya yang sudah menutupi telinga jadi berantakan. Perempuan itu terdiam. “Asal kamu tau, kita udah tunangan enam tahun ini. Kamu pikir gampang memutuskan semuanya dalam waktu beberapa menit aja? Hah?” seru Cakka, frustasi. “Aku gak inget apapun tentang kamu.” “Iya, aku tau! Trus kamu pikir aku bakal nerima keputusan ka...

Remember Me #ENDING Versi CakShill

Oleh Andi Febrianti Pratiwi             Rio menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. “Udahlah, Ngel... Kalo lo nangis gitu, bagus kalo Shilla langsung bangun. Ini malah bikin sakit kepala, tau!” Angel semakin sesenggukan. “Lo gak ngerti perasaan gue. Gue udah hampir empat taun sahabatan sama Shilla. Gue gak tega ngeliat dia tiba-tiba koma dan penuh luka kayak gini. Hiks...” Lelaki dengan sweater putih tersebut mendesah frustasi. “Gue pernah pacaran sama dia waktu SMP. Which is sembilan tahun yang lalu,” ucapnya. “Lagian, kita di sini bukan buat sedih-sedihan. Harusnya kita doain Shilla biar cepet sembuh. Itu yang paling dia butuhin. Gue juga yakin, pelayanan di rumah sakit ini yang terbaik.” Perempuan berlesung pipi itu tetap menangis. Walau tak sekeras tadi. “Rio bener, Ngel. Shilla butuh doa dari kita semua, sementara dokter di sini mengusahakan yang terbaik buat dia.” Cakka ikut menatap na...